PADEPOKAN ILMU KEDIGJAYAAN TANAH KAMULYAN diasuh oleh KI AGENG KAMULYAN Menangani Berbagai Problem Anda : MERUKUNKAN SUAMI ISTRI, PENGASIHAN, WIBAWA, REJEKI, PENGLARIS, KESUKSESAN, KARIR, JABATAN, KEARTISAN & BERBAGAI PENYAKIT DALAM SERTA PENYAKIT YANG SUSAH DISEMBUHKAN, INSYAALLAH ATAS IZIN ALLAH SEMUA BISA DITANGANI. JAM PRAKTEK PAGI JAM 08.00-18.00 WIB, MALAM JAM 20.30-22.30WIB BUKA SETIAP HARI. Alamat : Desa Kambangan RT 27/06 Blok Kamulyan kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Telp (0283) 6127773 HP. 082137388880, 085869999379,081902066616, 085747777735 (Ki Ageng Kamulyan)

Kamis, 24 Februari 2011

LEGENDA HARTA KARUN KERAJAAN MEDANG KAMULYAN

LEGENDA HARTA KARUN KERAJAAN MEDANG KAMULYAN

Sebelum saya menceritakan mengenai legenda ini, saya tegaskan bahwa saya tidak mengajak orang lain untuk menghayal atau tergila-gila terhadap peninggalan harta karun kerajaan terdahulu, peninggalan-peninggalan kerajaan terdahulu bisa berupa emas, intan, dan berlian. Tujuan saya menceritakan mengenai legenda ini adalah agar kita menghargai nilai sejarah mengenai peninggalan kerajaan terdahulu, saya sebagai pemuda Indonesia sekalipun zaman telah berubah dengan pesat menjadi zaman modern seperti sekarang ini, saya harus tetap berusaha menjaga nilai-nilai luhur bangsa kita. Di zaman kerajaan terdahulu dari Kerajaan Mataram Kuno hingga Mataram Islam, tentulah kita bertanya sampai sekarang dimanakah keberadaan harta karun tersebut? Menurut cerita, dahulu di desa saya di pedukuhan “CURUG SIGONG” terdapat harta karun berupa gamelan / gong emas komplit beserta isinya, di desa kami dulu mbah buyut saya saat mau melakukan pertunjukkan “WAYANG GOLEK” di rumahnya hanya dengan ritual / berdoa dan dalam sekejap mata maka bermunculan perlengkapan wayang golek komplit dengan isinya yang berupa emas, itulah yang disebut dalam Islam “ILMU KUN FAYAKUN” itulah salah satu peninggalan Kerajaan Medang Kamulyan yang sampai sekarang tidak pernah muncul kembali, hal tersebut dikarenakan keserakahan dan ulah manusia. Konon ceritanya “GAMELAN / GONG EMAS itu tidak muncul lagi sampai sekarang dikarenakan ada seorang tetangga desa yang mau melakukan pertunjukkan hajatan nikah dengan pertunjukkan wayang golek, mereka menyewa perlengkapan gamelan / gong emas komplit dengan isinya, gamelan / gong emas dikeluarkan dengan cara melakukan ritual / doa di Pedukuhan Curug Sigong. Setelah pertunjukkan wayang golek berakhir, perlengkapan gamelan / gong emas dikembalikan, tetapi ternyata ada yang kurang dari perlengkapan tersebut, ada salah satu perlengkapan yang dicuri dan kemudian dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Setelah terjadinya “TRAGEDI” ini, maka “GAMELAN / GONG EMAS” yang merupakan peninggalan Kerajaan Medang Kamulyan tidak pernah muncul kembali. Tragedi ini sebagai contoh keserakahan manusia yang tidak bisa memegang “AMANAH” yang akhirnya merugikan diri sendiri dan orang banyak. Dahulu sebelum diberi nama Desa Kambangan dan masih menggunakan KAMULYAN (Mataram Kuno) daerah kami sering di singgahi kaum bangsawan dari dalam negeri maupun mancanegara seperti Arab, Cina, India hingga abad berganti Mataram Kuno berlanjut ke periode Mataram Islam dengan Bupati Tumenggung Martoloyo (Tegal Kota) didampingi Ki Gede Sebayu (Desa Danawari Kec. Lebaksiu Kab. Tegal) dan Pangeran Purbaya (Kalisoka Kec. Slawi Kab. Tegal) kemudian barulah tempat kami diberi nama Desa Kambangan. Di Zaman sekarang juga masih banyak orang atau kelompok yang melakukan pencarian harta karun dengan cara ritual atau doa dengan media cukup banyak tetapi hasilnya kebanyakan hanya sia-sia belaka “HARTA KARUN TIDAK DIDAPAT UTANG BERTAMBAH BANYAK”. Dalam proses pencarian harta karun pasti akan menemui kesuitan karena hati harus benar-benar suci tanpa ada keinginan memiliki harta karun tersebut mungkin itu bisa terlaksana. Tetapi anda janglah takut dengan kegagalan tersebut karena saya mempunyai peninggalan leluhur dahulu dan diwariskan secara turun temurun tata cara mendeteksi harta karun. Keberadaan harta karun itu sendiri menjadi buruan kaum INTELEKTUAL bertekhnologi canggih hingga mereka mencari ke gunung-gunung dan sungai-sungai besar tetapi hasilnya masih nihil alias nol, yang mereka dapat hanyalah serbuk-serbuk kuningan sari dan sampai sekarang pun sangatlah menjadi misteri ddan ghoib dimanakah harta karun tersebut berada? Ada 2 lokasi persembunyian harta karun tersebut yaitu DARAT dan LAUT :
DARAT : harta karun kerajaan terdahulu hilang karena tertimbun puing-puing letusan gunung berapi dan gempa bumi. Ciri-ciri tempat harta karun yang berada di darat adalah :
  1. Tanahnya keras seperti batu
  2. Terdapat tulang belulang hewan atau manusia terdahulu
  3. Ada hawa panas disekeliling tempat
  4. Tempat sering dikelilingi binatang buas seperti ular pada malam hari
  5. Kedalaman berkisar antara 100m, 300m, 700m, bisa kurang atau bisa juga lebih
LAUT : lautan juga salah satu lokasi harta karun Kerajaan terdahulu yang melimpah seperti emas, intan, permata dan masih banyak lainnya. Ciri-ciri tempat harta karun yang berada di laut : air laut tenang sekali lain daripada yang lainnya atau ombak laut yang terlalu besar, di situlah harta karun tersimpan.
Mudah-mudahan sedikit sejarah di atas bermanfaat bagi pembaca blog saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It