PADEPOKAN ILMU KEDIGJAYAAN TANAH KAMULYAN diasuh oleh KI AGENG KAMULYAN Menangani Berbagai Problem Anda : MERUKUNKAN SUAMI ISTRI, PENGASIHAN, WIBAWA, REJEKI, PENGLARIS, KESUKSESAN, KARIR, JABATAN, KEARTISAN & BERBAGAI PENYAKIT DALAM SERTA PENYAKIT YANG SUSAH DISEMBUHKAN, INSYAALLAH ATAS IZIN ALLAH SEMUA BISA DITANGANI. JAM PRAKTEK PAGI JAM 08.00-18.00 WIB, MALAM JAM 20.30-22.30WIB BUKA SETIAP HARI. Alamat : Desa Kambangan RT 27/06 Blok Kamulyan kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Telp (0283) 6127773 HP. 082137388880, 085869999379,081902066616, 085747777735 (Ki Ageng Kamulyan)

Minggu, 01 Mei 2011

MU'JIZAT NABIYULLOH KHIDIR A.S.

Saya menceritakan ini bukanlah untuk membuat perdebatan tetapi untuk pemahaman bagi yang berbeda pendapat,mungkin ada beberapa pendapat tentang siapa sebenarnya nabiyulloh khidir a.s, ada yang berpendapat ia seorang nabi,wali, atau mungkin yang lainnya, tetapi seperti dijelaskan dalam firman Allah : "Musa berkata kepada Khidhr : "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?" Musa berkata: "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun." Dia berkata: "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu." Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: "Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?" Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar. Dia (Khidhr) berkata: "Bukankah aku telah berkata: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku." Musa berkata: "Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku." Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar." Khidhr berkata: "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?" Musa berkata: "Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku." Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu." Khidhr berkata: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya." (Q.S.al kahfi ayat 66-82).

Dengan kandungan ayat diatas kita mengerti bahwa beliau adalah seorang nabi, karena sebelum kelahiran nabi terakhir yaitu nabi muhammad s.a.w, banyak nabi-nabi salah satunya nabiyulloh khidir a.s dan kita tidak boleh mengingkari kebenaran, memang nabiyulloh khidir tidaklah tergolong 25 rosul, karena ajarannya yang benar-benar tidak mampu dipahami bagi manusìa biasa seperti kita, karena nabi musa a.s sendiri tidak sanggup belajar ilmu kepada beliau, itulah pelajaran bagi kita agar dalam mempelajari ayat-ayat alqur an tidak hanya beberapa ayat saja, tetapi kupaslah semuanya agar bisa dìambil hìkmah sebagai pedoman untuk mencari ìlmu-ilmu Allah yang lainnya, tetapi kebenaran tetaplah harus diakui bahwa beliau adalah seorang nabi, keberadaan nabiyulloh khidir tetaplah misterius apakah masih hidup ataukah sudah meninggal, nabiyulloh khidir sendiri lebih dikenal dengan mu'jizat kesaktian/kedigjayaannya yang luar biasa tentu itu juga karena kehendak Allah, mungkin ada yang berpendapat beliau masih hidup dan sering menampakan dilautan dibumi ini dan bagi yg dikehendaki pula bisa bertemu beliau, terkhusus bagi ahli MARIFAT tapi itu pun hanya untuk dirinya sendiri bukan untuk diceritakan pada orang lain apalagi dibeberkan secara umum karena kita harus berpegangan pada Alqur an dan as sunah sesuai yang diajarkan nabi muhammad s.a.w ,dan bagi yang tidak percaya bahwa nabiyulloh khidir masih hidup jangan pula terlalu diperdebatkan karena itu akan membuat permusuhan diantara umat islam yang berkepanjangan jalankan saja menurut keyakinan masing-masing karena setiap manusia dalam mendekatkan diri pada Allah mempunyai jalan sendiri-sendiri serta tidak boleh mengganggu satu sama lainnya "karena barang siapa yang mengganggu orang-orang yang sedang istiqomah/ mendekatkan diri pada Allah ,maka sebenarnya dialah syetan yang nyata " dan kesemuanya itu tentu untuk mendapat ridho dan surganya Allah, kalau semuanya mau menang sendiri, maka tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada nantinya saling menggunakan kekerasan dan bisa menimbulkan korban,apakah Allah dan rosulnya mengajarkan kekerasan diantara umat islam tentulah tidak, koreksilah pada diri kita sendiri apakah sudah benar sesuai al qur an dan as-sunah, jangan karena mempunyai massa yang banyak dengan angkuhnya bahwa islam yang dipegang dirinya adalah yang paling benar, saya tegaskan sekali lagi kebenaran hanya milik Allah dan bagi masyarakat yg mempunyai panutan berpikirlah dengan hati yang bersih senantiasa mendekatkan diri pada Allah, jangan mudah terprovokasi, yang akan membuat menyesal seumur hidup, lihatlah anak dan keluargamu, dan sahabatmu tentulah mereka ingin kedamaian dan hidup tentram, dan ingatlah Allah maha kuasa jika kamu melihat kemungkaran dimuka bumi ini maka berdoalah pada Allah, firman Allah : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. ali imron : 159).

Mudah-mudahan kata-kata diatas bisa membukakan mata dan telinga kita agar kita lebih berhati-hati pada orang yang mau menjerumuskan kita kedalam kejahatan mengatasnamakan agama, kepada Allah lah kita berserah diri.

MOTT0 "PENUHILAH HIDUP INI DENGAN KHUZNUDHON (BAIK SANGKA) TERHADAP SAHABAT KITA,KELUARGA KITA DAN ORANG LAIN AGAR MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN SENANTIASA MENGHARAP KERIDHOANNYA DAN JADILAH MANUSIA PEMAAF SESUNGGUHNYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG SABAR "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share It