Ki Ageng Kamulyan

Jumat, 03 Oktober 2014

SISTEM KERAJAAN YANG BERALIH KE SISTEM PRESIDENSIEL

" KEBESARAN NAMA BANGSA DAN NEGARA ADALAH PENGHORMATAN RAKYAT PADA PIMPINANNYA NAMUN JIKA RAKYAT TAK LAGI MENGHORMATI PEMIMPIN NEGRINYA ITU SEBUAH MUSIBAH BESAR YANG BISA MENGHANCURKAN KEUTUHAN BANGSA DAN NEGARANYA " ¤¤¤ KETIKA EMOSIMU TELAH DATANG MAKA TAHANLAH SEBISA YANG KAMU LAKUKAN AGAR KEJADIAN - KEJADIAN BURUK YANG MENIMPAMU DAPAT TERHINDARKAN KARENA SEBUAH EMOSI YANG TIDAK DAPAT DI KENDALIKAN AKAN MEMBUNUH DIRIMU SENDIRI YANG MENYEBABKAN HIDUPMU PENUH PENYESALAN TIADA AKHIR ¤¤¤ Assalamu'alaikum Wr. Wb. Berdirinya sebuah kerajaan besar manakala pemimpin ataupun Rajanya dapat menjadikan rakyatnya mampu hidup dalam naungan kasih sayang dan kedamaian tanpa ada hukuman mati yang menimpa rakyatnya namun kerajaan itu akan hancur lebur manakala rakyatnya terdzolimi hingga mendapat hukuman mati maka ini adalah peristiwa yang harus di perhatikan dengan sebaik - baiknya bagi negara atau kerajaan manapun karena pada dasarnya berdirinya sebuah negri dan kerajaan adalah berkat usaha kerja keras para penduduk negri yang mempercayakan seorang di antaranya menjadi pemimpinnya tetapi semua itu akan berjalan dan berlanjut manakala pemimpinnya amanah kepada rakyatnya tentunya ini akan menjadi tanda tanya bagi segenap insan di dunia ini mampukah dirinya menjadikan negaranya ataupun kerajaannya mercusuar dunia atau malah terjadi sebaliknya menjadi hinaan dan cacian negara lain karena tidak becus di dalam menjalankan roda pemerintahannya, mungkin inilah akan menjadi dasar penguat bagi bangsa yang sedang mengalami titik kehancuran begitupun yang sedang di alami oleh bangsa kita yaitu Indonesia di mana negara ini menganut sistem Presidentiel yang tata pengelolaannya lebih menjurus pada pemilihan langsung oleh rakyatnya baik dalam pemilihan Kepala desa, Bupati, Gubernur, DPR dan DPRD, bahkan Presiden dan menggunakan astribut partai namun berbeda dengan Sistem Kerajaan jaman dulu tanpa adanya pemilihan dari rakyatnya karena langsung di tunjuk sebagai Putra Mahkota dari Rajanya ( Ayahandanya ) tanpa menggunakan astribut partai dan adapula yang menggunakan sistem kerajaan namun memilih pendamping Perdana Mentri yang di pilih langsung melalui rakyatnya dan partainya, dari ke 3 sistem inilah masing - masing mempunyai kekurangan maupun kelebihannya sendiri - sendiri maka untuk detailnya akan saya uraikan di bawah ini : 1. SISTEM KERAJAAN. Sistem kerajaan ini merupakan abad masa lalu yang lebih mengacu pada sistem dinasti atau keturunan di mana di dalam memilih pemimpin negri ataupun Rajanya hanyalah dengan menunjuk Putra Mahkotanya saja tanpa di pilih langsung oleh rakyat maupun partainya. A). Kelebihan dari sistem ini : - hemat anggaran - tak mampu di susupi kekuatan negri lain karena lebih cenderung mencintai budaya dan adat negri sendiri - tidak adanya kerusuhan ataupun konflik di kalangan masyarakat dan rakyatnya - kekayaan alam di kelola sendiri dan menghormati kerajaan lain - kerjasama tanpa merugikan kedua belah pihak antar kerajaan - kekuatan prajurit lebih di utamakan ( fasilitas ). dan lain - lain. B). Kelemahan / kekurangan dari sistem ini : - kekayaan masuk pada keluarga kerajaan - mementingkan keluarga kerajaan ketimbang rakyatnya - terjadinya kehidupan yang berbeda antara keluarga kerajaan dan rakyatnya - bisa semena - mena terhadap rakyatnya - hukumpun lebih memihak dan melindungi keluarga kerajaan. Dan lain - lain 2. SISTEM KERAJAAN DAN PERDANA MENTRI. Dimana sistem ini menggunakan istilah pemimpin matahari kembar ( dua pemimpin ) dalam negara atau kerajaan yang satu di pilih melalui keluarga kerajaan ( Raja ataupun Putra Mahkota ) yang kedua di pilih langsung melalui partai dan rakyatnya ( Perdana Mentri ). A). Kelebihan dari sistem ini : - pembagian yang adil antara keluarga kerajaan dan rakyatnya - menggunakan demokrasi ( kebebasan berpolitik ) bagi rakyatnya dan tidak meninggalkan adat budayanya sendiri dengan bentuk kerajaannya - mempunyai tugas masing - masing antara Raja dan Perdana Mentrinya - mempermudah jalannya pemerintahan yang berkeadilan bagi rajanya maupun rakyatnya. Dan lain - lain. B). Kekurangan ataupun kelemahan dari sistem ini : - bisa terjadinya bentrok antar Raja dan Perdana Mentrinya karena terjadinya dua tampuk kepemimpinan ( Matahari kembar ) - roda pemerintahan akan selalu tarik ulur antara pihak kerajaan dan perdana mentri - tidak adanya keharmonisan antara Raja dan Perdana Mentrinya - bisa terjadinya kerusuhan dari masyarakat dan rakyatnya jika kebijakannya tak memihak pada rakyatnya - pemimpin terbelah menjadi dua. Dan lain - lain. 3. SISTEM PRESIDENSIEL. Di mana sistem ini lebih mengacu pada banyaknya partai sebagai bentuk demokrasi ( kebebasan berpolitik ) bagi rakyatnya sehingga mencerminkan keadilan yang merata bagi rakyatnya karena rakyat jelatapun bisa memimpin negri asalkan mempunyai kecerdasan dan kecekatan dalam memimpin dan tentunya di usung oleh partai pendukungnya dan lebih mengacu pada pemilihan langsung. A). Kelebihan dari sistem ini : - tanpa membeda - bedakan ras, suku , adat, golongan maupun agama di lebur menjadi satu menjadi rakyat suatu negri - lebih berkeadilan merata bagi rakyatnya - budaya negri lainpun bisa masuk dengan bebas -Hak Azasi Manusia di utamakan - kerjasama yang semakin erat antar negara - ikut menciptakan perdamaian dunia. Dan lain - lain. B). Kelemahan ataupun kekurangan dari sistem ini : - saling berebut harta dan kekuasaan antar partai politik sehingga kesejahteraan rakyat terabaikan - yang paling enak para elit partai hidup berlimpahan harta - adat dan budaya sendiri tergerus jaman tanpa di perhatikan hingga berganti adat lain tergantung yang menguasai negri itu sendiri - agama - agama radikal di jadikan alat yang paling ampuh untuk menghancurkan negri - ormas - ormas akan lebih banyak untuk merauk keuntungan kelompoknya masing - masing - kerusuhan antar masyarakat sering terjadi - sulit sekali menciptakan keharmonisan baik dalam pemerintahan maupun di dalam masyarakatnya itu sendir. Dan lain - lain. Dari ke 3 sistem di atas tentunya ada dampak buruknya adapula dampak positifnya yang terpenting adalah bagaimana para pemimpin negri itu dapat mengemban amanatnya dengan karena apapun negaranya kalaulah para pemimpinnya tidak perduli pada rakyatnya maka negri itupun tidak akan pernah maju yang ada bertambah buruknya keadaan bangsa itu sendiri dan sudah sepantasnya masing - masing negri lebih peduli pada rakyatnya yang berada di garis kemiskinan dengan menerapkan pula berkehidupan yang penuh kasih sayang sehingga tidak ada lagi saling membenci di antara keyakinan yang berbeda itu sendiri baik ras, suku, adat maupun agamanya karena tentunya kita tahu bagaimana doktrin - doktrin kekerasan mengatasnamakan agama seolah menjadi teror yang berkepanjangan hingga menyebabkan ketidakharmonisan antar sesama itu sendiri apalagi di negri Indonesia yang jelas - jelas berpegangan pada Pancasila dan UUD 45 namun pada kenyataannya agama radikal bebas liar, bahkan doktrin - doktrin anti aseng (cina dan sejenisnya) dan anti asing (bule) tentunya doktrin - doktrin seperti ini jelas ada yang memainkan agar mereka bisa menikmati kemewahannya tanpa peduli sama rakyat kecil kalau bukan dalangnya pejabat koruptor, teroris dan mafia pengusaha lalu siapa lagi coba ? Ketiga orang inilah yang patut di curigai atas doktrin - doktrin kekerasan atas nama agama (mengkafirkan keyakinan lain), anti aseng dan anti asing dan seolah mereka akan semakin memperburuk kondisi negrinya sendiri mereka menikmatinya sedangkan rakyat menerima kesengsaraannya maka dari itulah seluruh rakyat negri ini sadarlah dan sesadar - sadarnya jangan sampai kalian terjebak oleh ulah kalian sendi swt bukan malah menjauh dari Allah swt. Jadilah kamu manusia yang bermanfaat bagi dirimu sendiri maupun orang lain jangan pernah kamu berjalan tanpa harta dan kekuasaan apalagi kondisi saat ini benar - benar mengkhawatirkan saling jegal menjegal dan saling menjatuhkan antara anggota DPR itu sendiri bahkan masing - masing berkata ingin mengangkat harkat dan martabat bahkan mensejahterakan rakyat negri ini namun bagaimana mungkin mampu mensejahterakan rakyat negri ini kalau dari anggota DPR bahkan elemen masyarakat itu saling bermusuhan tentunya ini hal yang sangat mengkhawatirkan sekali kalaulah para pemimpin negri ini saling membenci dan bermusuhan padahal sudah saya ingatkan berulang - ulang jangan sampai terpecah belah di dalam membangun dan memajukan bangsa sendiri yang seolah tak mungkin mampu menjadikan rakyat sejahtera dan itu semua adalah ulah para pemimpin negri itu sendiri kenapa tidak pernah bersatu di dalam memajukan negri ini apakah akan seperti ini terus, lalu mau sampai kapan ? Bukankah sebuah negri akan mengalami kemakmuran manakala para pemimpin negrinya amanah dan bersatu dalam kebersamaan bukan pula membenci negara lain sebagai biang kerok permasalahan bangsa padahal sudah jelas dalam Al qur'anpun telah di jelaskan sebagai firman Allah swt : " Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang seorang laki - laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku - suku supaya kamu saling kenal - mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. " ( Q.S Al Hujuraat : ayat 13 ). Dari pemahaman ayat di atas tentulah jika di negri ini mayoritasnya muslim tentunya lebih menghargai dan menghormati suku - suku mereka, adat - adat mereka, ras mereka bahkan agama mereka yang telah tercantum pula dalam Al Qur'an Surat Al Kafiruun ayat 6 yang berbunyi : " Lakum diinukum waliyadiin - untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. " Dari ayat ini sungguh sangatlah jelas bahwa meskipun berbeda agama tidak perlu saling bermusuhan apalagi saling membunuh dan berperang dan apabila ada kelompok yang mengatasnamakan agama dengan kejam dan radikalnya maka itu perlu di tanyakan lagi jangan - jangan mereka penjahat ( teroris ) yang mengatasnamakan agama dan tidak berTuhan karena di manapun yang namanya agama tentulah mengajarkan kebaikan dan menciptakan perdamaian di dunia bukan malah sebaliknya menebarkan kebencian, kerusuhan dan peperangan tentunya ini akan menjadi dan koreksi bagi masing - masing agar ke depannya untuk lebih berhati - hati menyikapi keadaan yang semakin genting yang seolah agama tercipta untuk peperangan padahal sudah saya katakan berulang - ulang bahwa agama tercipta di dunia untuk kedamaian dan kasih sayang demi menuju ridho Allah swt beserta kasih sayang-Nya. Jalan kehidupan dunia selalu saja menemui batu sandungan yang suatu saat kamupun akan tersandung namun bukan berarti hidupmu hanyalah berputus asa dengan keadaanmu yang semakin terpuruk karena apapun yang terjadi padamu kamu haruslah mampu bangkit dengan keaadaanmu yang sekarat ibarat pepatah rasa sakit itu akan hilang jika kamu berusaha untuk mengobati lukamu namun jika kamu hanya berdiam diri tanpa do'a dan usaha maka luka itupun akan semakin pedih dan menggerogotimu hingga matimu maka dengan peribahasa inilah dirimu harus benar - benar mengerti akan kondisi kamu yang sebenarnya jika sekarat maka obatilah jika terpuruk maka bangkitlah tentunya ini akan menjadi pemasukan yang benar - benar harus di terapkan untuk kehidupanmu bukan malah sebaliknya hidup dalam naungan derita dan duka padahal dalam agama itulah sebagai obat pelipur lara bagi insan di dunia ini maka dari itulah segenap insan di dunia ini haruslah benar - benar mampu menerapkan agamanya dalam naungan kasih sayang dan kedamaian agar harapan tercapainya kehidupan yang harmonis akan semakin di depan mata tetapi jika kita hanya menjadi pengadudomba dalam kebencian dan angkara murka tentunya itu hal - hal yang sangat mengkhawatirkan bagi kelanggenan sebuah negara dan dunia apalagi saat ini alam termasuk bumi sudah mengalami krisis ketuaan dan kerapuhan yang tentunya akan mengalami pemurnian diri dengan bencana alam yang dasyat pula di sinilah hal - hal yang perlu di kaji dan sebagai buah renungan agar segenap insan di dunia ini mampu memberikan rasa hormat - menghormati terhadap keyakinan lain, agama lain, ras lain, suku lain dan adat budaya yang lain bukan malah kita harus menyatukan dan menyamakan dengan keinginan serta keyakinan kita tentunya ini adalah solusi yang harus di kedepankan demi terwujudkannya keharmonisan antar bangsa dan dunia serta agama meskipun ini terasa sulit namun harus di perjuangkan demi kemerdekaan setiap insan di dunia ini tanpa harus di katakan kafir dan sesat bagi yang mempunyai keyakinan berbeda dan ini harus di terapkan dari sekarang agar semakin mudah menciptakan perdamaian di dunia ini apalagi sudah memasuki abad yang modern ini rasanya tak pantas kalaulah yang di pikirkan hanya tentang peperangan dan permusuhan seharusnya semakin berkembangnya kemajuan jaman semakin pula menanamkan sifat kasih sayang dalam hatinya demi berjalannya kehidupan yang semakin harmonis dan ini merupakan tantangan kita semua mampukah menciptakan kedamaian yang sesungguhnya atau hanya kedamaian yang semu hingga di dalamnya penuh kekejaman dan kebiadaban dalam memerintah suatu negri begitupun yang terjadi di negri ini haruslah benar - benar lebih mengutamakan kebersamaan untuk mencapai keberhasilan bukan malah terjadi sebaliknya bertujuan memakmurkan rakyat malah saling bermusuhan dan menebar kebencian, ingatlah bahwa bangsa Indonesia merupakan bentuk pengalihan dari SISTEM KERAJAAN YANG BERALIH KE SISTEM PRESIDENSIEL Dan itu adalah bukti dan sejarah yang tidak terlupa maka bagi pemerintahan saat ini agar benar - benar menghormati raja - raja nusantara yang telah ikut andil menjadikan negri ini menjadi nama Bangsa Indonesia dan asal tahu saja bangsa Indonesia merdeka bukan atas keringat sendiri melainkan bantuan pihak asing dan yang sekarang terhimpun dalam Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) dan yang paling berperan penting dalam negri sendiri adalah raja - raja nusantara yang telah ikhlas menandatangani menjadi bangsa Indonesia dan itu yang harus menjadi catatan sejarah bagi pemerintahan saat ini bukan malah ingin menghancurkan adat dan budaya negri sendiri dengan menyewa Islam Radikal dan garis keras dengan alasan musrik dan sesat yang perlu di bumi hanguskan jika hancurnya budaya negri sendiri apakah Bangsa Indonesia akan merdeka justru hancur lebur berganti negara lain maka bersyukurlah kalian kepada raja - raja nusantara yang mampu mempertahankan adat dan budaya negri sendiri meskipu csekarang di asingkan bahkan di benci lantaran banyaknya doktrin - doktrin islam garis keras yang cenderung membenci dan ingin membumihanguskan adat budaya negri sendiri dengan alasan musrik dan sesat hingga terjadinya kekerasan yang semakin menjadi seolah mereka telah menguasai sepenuhnya padahal di jaman kerajaan dulu sebelum bangsa Indonesia tercipta masyarakatnya benar - benar tak mengenal yang namanya kekerasan yang ada hanyalah kasih sayang dan kedamaian bahkan islamnyapun penuh kasih sayang dan kedamaian seperti ajaran para walisongo jawa namun setelah terciptanya bangsa Indonesia islam gari keraspun ikut berdiri yang di pimpin Karto Suwiryo yang beraliran Daulah Islamiyah ( DI ) bahkan orang - orang seperti inipun masih ada sampai anak keturunannya melakukan doktrin - doktrin kekerasan dan sekarang tentunya sudah membaur ke dalam pemerintahan pula sehingga kebijakan - kebijakan yang di lakukanpun seolah membiarkan islam garis keras berdiri tanpa ada tindakan untuk membenahi dalam ajaran kasih sayangnya apalagi membubarkan itu hal yang mustahil pula dan sebagai contohnya saja saya sebagai keturunan Raja terdahulu yang bertempat di dusun merekapun seolah tak mengenal keberadaanku apalag mengetahui alamatku padahal orang luar negri saja bisa datang ketempatku tanpa salah arah namun terkadang di daerah sendiri pura - pura tidak tahu keberadaanku bahkan sekalipun tahu mereka akan berusaha agar pribadiku buruk di hadapan mereka yang menyukai dan mengagungkan keberadaanku dan itu semua campur tangan Islam garis keras yang akan menghancurkan nilai adat dan budaya sendiri bahkan mereka seolah telah merasa menang atas kelakuan mereka bahkan DPR pun tidak segan - segan untuk mengikuti langkah mereka yang akhirnya kekacauanpun terjadi antara Pro Dan Kontra, dan untuk Perserikatan Bangsa - Bangsa ( PBB ) pantaulah dengan mata kepala sendiri dan tengoklah ke desa - desa bagaimana mereka melakukan doktrin - doktrin yang menjadikan benci dengan adat budaya negri sendiri dan membenci negara lain dan kita semua selaku keturunan raja - raja nusantara tidak menginginkan kebudayaan negri sendiri di injak - injak oleh penjajahan atas nama agama yang menjadikan raja - raja nusantara petuahnya tidak pernah di gubris yang ada mereka malah menantangnya dengan alasan musrik tidak perlu di ikuti, itulah perjalanan kami selaku keturunan raja - raja terdahulu sangat sempit bahkan untuk menanamkan ajaran kasih ,fKasih sayangpun mereka akan dengan mudahnya mengucap " ANTEK YAHUDI DAN ANTEK ASING " bagaimana mungkin keturunan raja bisa di katakan seperti itu tentunya ini hal yang sangat memprihatinkan bagi bangsa Indonesia dan semoga Allah swt senantiasa melindungi orang - orang yang terdzalimi agar di beri keselamatan dalam naungan ridho dan cinta-Nya. " YA ALLAH YA ROBBI AMPUNILAH SEGALA DOSA - DOSA KAMI BAIK YANG DI SENGAJA MAUPUN YANG TIDAK DI SENGAJA MAAFKANLAH KAMI HAPUSKANLAH DOSA - DOSA KAMI DAN SEMOGA ENGKAU SELALU MENCINTAI KAMI DAN MERIDHOI JALAN KAMI. AMIIN ". Wassalam Wr. Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar